Home

Yang saya pikirkan saat ini adalah mental, mental, dan mental!

Lamunan saya kembali terlempar pada 4 bulan yang lalu, tepatnya pada awal Desember 2012. Ketika saat itu saya sedang membaca beberapa buku biografi mulai dari “Pak Harto: Untold Story”, dan “Dahlan Iskan: Dua Tangis dan Ribuan Tawa”, sampai dengan “Norman Edwin: Catatan Sahabat Sang Alam”. Bahkan sebuah buku unik, tentang Joe Sufi Jalanan.

Saya terhenyak, setelah membaca beberapa buku tersebut, saya menarik benang merah ternyata mereka memiliki kesamaan, yaitu: Membuat Perbedaan! Ditengah kancah keributan persepsi orang terhadap mereka, mereka terus berkerja untuk membuat sebuah sejarahnya sendiri.

Terinspirasi dari sana, saya hanya berpikir apa yang bisa saya perbuat saat ini untuk membuat sejarah saya sendiri?

Saya harus melakukan sesuatu! Ya! Saya akan melakukan sesuatu yang saya suka tetapi memberikan manfaat untuk orang lain bahkan membahagiakan mereka tentunya.

Akhirnya, mata saya tertuju pada sebuah foto lama yang menjadi wallpaper di macbook saya, foto tebing gunung Spikul !

Gila!

Yang saya pikirikan awalnya adalah melakukan pemanjatan tebing di tebing gunung Spikul. Tetapi untuk apa pemanjatan ini? Kembali saya bertanya dalam hati. Capek-Capek manjat! umur udah “tuir” (baca: tua) pake belagu manjat, apa masih kuat? hehehe…

Dan saya kembali renungkan, Ah! bukankah disana ada beberapa anak-anak putus sekolah yang tidak dapat melanjutkan pendidikannya karena kekurangan dana? Bukankah disana tidak ada taman bacaan untuk menambah pengetahuan mereka?

Sebuah ide terlintas, untuk melakukan penggalangan dana pendidikan melalui sebuah ekspedisi pemanjatan tebing di Spikul.

Awal yang sempurna menurut saya,

Sampai suatu ketika di pertengahan Desember 2012, secara tidak sengaja saya mengunjungi sebuah situs peralatan panjat tebing, Rock Exotica. Disana saya tertarik dengan sebuah alat yang didesain khusus untuk melakukan pemanjatan solo, namanya SILENT PARTNER.

Sebuah ide Gila terlintas!

Mengapa saya tidak memanjat secara solo di Spikul nanti menggunakan alat ini. Tapi saya pikir tidak mungkin, karena saya sudah memiliki teman pemanjatan yang bisa membelay saya nantinya. Toh! teman saya adalah partner pemanjatan yang sudah sering melakukan pemanjatan bersama-sama sejak jaman SMA.

Dan sampai pada suatu hari ketika teman pemanjatan saya untuk ekspedisi ini, yang tadinya tertarik untuk ikut  malah mengundurkan diri karena kesibukannya.

Wah! gagal total deh rencana pemanjatan untuk penggalan dana ini.

Saya pun terdiam, dan memikirkan kembali bagaimana kalau melakukan pemanjatan solo.

Ide gila ini terus berkecamuk dalam pikiran saya hari demi hari, sampai pada akhir bulan Desember 2012.

Dan saya akhirnya mengambil keputusan cepat: Ok! saya akan memanjat solo dengan alat dan tali!

Ya, mengapa tidak? Selama saya masih mampu dan kuat, kenapa tidak saya coba! Gak ada salahnya untuk melakukan kegilaan lagi..Let’s Rock!

Jadilah akhirnya saya membuka pesanan pembelian untuk alat ini, setelah di cek lewat situs Rock Exotica, ternyata mereka memiliki dealer di Singapura, Camper’s Corner Outdoor Outfitters PTE LTD. Saya pikir lumayan dekat dan dapat mengurangi biaya pajak masuk jika harus impor dari Singapura. Dan saya pun membuka kontak dengan pihak Singapura dan menjanjikan bahwa barang akan tiba sekitar satu bulan dari sekarang karena harus order dahulu ke pabriknya di Amerika.

Benar-benar Gila! kalau saya pikir-pikir awalnya ide ini.

@Bogor 2012.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s